Syair Burung Pungguk

 




SYAIR BURUNG PUNGGUK


Pungguk bercinta pagi dan petang, 

Melihat bulan di pagar bintang, 

Terselap rindu dendam pun datang, 

Dari saujana pungguk menentang.


Pungguk menentang dari saujana, 

Di dalam hati gundah gulana, 

Jikalau ditolong Tuhan yang gana, 

Makanya pungguk boleh ke sana.


Di atas beraksa berapa lama, 

Gilakan cahaya bulan purnama, 

Jikalau bulan jatuh ke mana, 

Di manakan pungguk dapat bersama.


Bulan purnama cahayanya terang, 

Bintang seperti intan dikarang, 

Rawannya pungguk bukan sembarang, 

Berahikan bulan di tanah seberang.


Gemerlapan cahaya bintang kartika, 

Beratur majelis bagai dijangka, 

Sekaliannya bintang terbit belaka, 

Pungguk melihat kalbunya duka.


Bintang di langit berbagai rupa, 

Pungguk bercinta badan terlepa, 

Minta doa tiadalah lupa, 

Dengan bulan hendak berjumpa.




   Analisis Syair Burung Pungguk 


A. Makna Syair 

   Syair Burung Pungguk merupakan karya sastra yang terbentuk oleh pewarisan lisan. Sebelum diabadikan dalam bentuk tulisan, syair ini diwariskan turun-temurun melalui mulut ke mulut dan tersebar di wilayah Melayu. Maka dari itu, terdapat perubahan kata-kata bahkan alur cerita dalam syair yang mengakibatkan syair Burung Pungguk memiliki banyak versi.


   Kalimat "seperti Pungguk merindukan bulan" yang berasal dari Syair Burung Pungguk menjelaskan makna dari syair tersebut. Syair ini menceritakan kisah cinta yang gagal di mana seorang pria yang cintanya ditolak oleh seorang gadis yang derajatnya lebih tinggi darinya. Seperti Si Pungguk yang hanya bisa menatap Sang Bulan dari kejauhan tanpa bisa menyentuhnya. 


B. Struktur Syair

   Syair Burung Pungguk termasuk ke dalam syair kiasan, yaitu syair yang ber-kisahkan tentang seekor ikan, burung, atau buah-buahan sebagai perumpamaan akan sebuah peristiwa yang terjadi. Syair ini berisi enam bait dengan beberapa kaidah kebahasaan di dalamnya, yakni kiasan seperti Pungguk (rakyat jelata) merindukan Bulan (putri/kekasih yang lebih tinggi) serta terdapat pilihan diksi yang puitis, seperti "merindu", "terselap rindu", "cahaya bulan purnama", "bintang kartika".


C. Nilai-nilai 

   Dalam kisah yang menyedihkan ini, syair Burung Pungguk memiliki beberapa nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan, yakni

1) Kesetiaan dan Ketabahan : Pungguk senantiasa menanti Sang Bulan walau terhalang awan 

2) Agama : Pungguk tak pernah lelah berdoa dan berharap Tuhan akan membantunya bersatu dengan Sang Bulan

3) Sosial : menyindir adanya kesenjangan sosial yang menjadi penghalang suatu hubungan


D. Pesan Moral 

   Syair ini menyampaikan pesan bahwa jangan berekspektasi terlalu tinggi dengan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bisa dimiliki dan menyuarakan bahwa menilai seseorang dari penampilan atau harta yang dimilikinya adalah bukan hal yang baik.




Sumber:

 https://www.scribd.com/document/520054322/SYAIR-BURUNG-PUNGGUK

https://www.ruangguru.com/blog/bahasa-indonesia-kelas-9-mengenal-syair-si-puisi-lama

Sumber: Brain Academy https://share.google/dRyg8HMlt9A2LcBwd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Membuat 5 Pantun

Tugas Teks Laporan