Teks Narasi Imajinatif
Musim Panas Akari Dari kejauhan sana, harmoni antara hamparan laut dan birunya langit cerah tak pernah gagal menguasai keindahan musim panas. Tetapi lain kata dengannya, Sora lebih menyukai melihat bunga cosmos bermerkaran dari balik jendela kamarnya. Tak sekalipun dirinya ingin merasakan teriknya cahaya matahari menyengat kulitnya. Hanya saja ia sediakala membiarkan rambut hitamnya terurai, terbelai oleh angin musim panas ketika duduk di jendela lantai dua rumahnya. Ia bersenandung pelan beriringan merdu dengan lonceng angin. Kendati, Sora hanya bergumam bosan berada di dalam rumah. Tak lama matanya menangkap pohon persik yang berbuah lebat di atas bukit. Sora bukan tipikal orang yang mudah tertarik, apalagi pada sesuatu yang tak ia pahami. Namun, ia tertarik pada sebuah kalung dengan liontin merah yang tergantung di dahan pohon persik itu. Dalam hening jarak liontin merah itu berkilau lembut, seperti detak jantung yang tertahan. Tanpa bena...